Doktrin Kabalis Menjelaskan Kejadian-kejadian Dunia

Sabtu, 14 Mei 2011

Doktrin Kabalis Menjelaskan Kejadian-kejadian Dunia

[Kabbalist Doctrine Explains World Events]

henry-makow-ph-d

Oleh: Henry Makow Ph.D

Doktrin Destruktif Kabalis memberikan jawaban untuk memahami peristiwa dunia.

Menurut Kabbalah, yang merupakan doktrin rahasia agama Yahudi dan Freemasonry, "Kejahatan dan bencana [adalah] faktor-faktor endemik dalam proses penciptaan. Tanpa kejahatan tidak mungkin ada yang baik, tanpa kerusakan, penciptaan tidak dapat terjadi ..." (Kabbalah: An Introduction to Jewish Mysticism, by Byron L. Sherwin, p. 72 72.)

Kabbalis percaya bahwa Ordo Lama (Kristen) tanpa ampun harus dihancurkan sebelum dibangun Tata Dunia Baru (setan) – the New [satanic] World Order, berdasarkan Kabbalah.

Oleh karena itu, motto Illuminati adalah: "Order Out of Chaos – Ordo ab Chao". Karenanya Manifesto Komunis pendukung kehancuran bangsa-bangsa, agama dan keluarga, dengan berkedok negara mengalihan seluruh kekayaan swasta untuk para bankir Illuminati.

Doktrin Destruktif menjelaskan mengapa perang dan revolusi berkarakteristik nafsu yang tidak terkendali seperti dalam melakukan genosida, teror dan penghancuran.

Hal ini menjelaskan upaya menghapuskan eksistensi Tuhan dari wacana publik serta menerima luas kecabulan, pornografi dan okultisme.

Hal ini menjelaskan mengapa manusia tampaknya dikutuk oleh krisis dan bencana – baik ekonomi, politik serta bencana alam yang tidak pernah berakhir. Saya percaya kejadian-kejadian tersebut direkayasa oleh Illuminati untuk menyerang dan menghancurkan apapun yang berbau tatanan aturan baik Tuhan - rohani ataupun alami.

ILLUMINATI

Illuminati yang Anda kenal dewasa ini tumbuh dan berkembang dari ajaran sesat setan Yahudi "Sabbatean-Frankist" dari abad ke-17 dan ke-18. Para bankir dan setengah orang Yahudi Eropa mengadopsi wabah penyakit ini dan menularkannya kepada para elite non-Yahudi melalui Freemasonry.

Dengan demikian, Illuminati berkarakteristik peran “Yahudi" dalam hal penghancuran peradaban.

Misalnya, dalam buku "You Gentiles" (1924 ) Maurice Samuel menulis:

"Dalam segala hal, kami perusak - bahkan dalam instrumen kehancuran yang kita kemudian mengubahnya menjadi bantuan... [contoh kasus perang di Iraq-pent] Kami orang Yahudi adalah perusak, yang akan tetap menjadi perusak untuk selama-lamanya Tidak ada yang akan Anda bisa lakukan dapat memenuhi kebutuhan dan tuntutan kita. Kita selamanya akan merusak karena kita menginginkan dunia untuk kita sendiri.. " (hal. 155)

Pada tahun 1928, Marcus Ravage, penulis biografi Yahudi Rothschild menulis esai berjudul, "The Real Case Against the Jews."

"Anda belum mulai menghargai kedalaman sebenarnya dari kesalahan kita. Kami adalah penyusup. Kami adalah pengganggu. Kami adalah perusak prinsip-prinsip, korup, subversif [subverters]. Kami telah mengambil alam dunia Anda, cita-cita Anda, takdir Anda, dan bermain-main malapetaka [havoc] dengan mereka. Kami berada dibalik peperangan, bukan hanya perang-perang besar yang terakhir, akan tetapi hampir di semua peperangan Anda, bukan hanya revolusi Rusia akan tapi setiap revolusi besar lainnya dalam sejarah Anda. Kami telah membawa perpecahan dan kebingungan serta frustrasi dalam kehidupan pribadi dan publik dunia. Kami masih terus melakukannya. Tidak seorang pun dapat memberitahu berapa lama lagi kami akan terus melakukannya."(THE CENTURY MAGAZINE, JANUARY 1928, Vol. 115, No. 3, pp. 346-350.)

Sebagian besar orang Yahudi (dan kaum liberal/kiri pada umumnya ) tidak menyadari plot Kabbalistik ini. Mereka telah ditipu dan dimanipulasi oleh daya tarik palsu untuk cita-cita "keadilan sosial" dan "kesetaraan."

Mengapa Kabbalah Ini Setaniah

Religio berarti "to go within" yaitu "untuk mengetahui dan mematuhi hukum" Tuhan. Dalam setiap agama yang benar, Hukum Tuhan terdiri dari cita-cita rohani mutlak – yaitu cinta, kebenaran, keadilan, kebaikan, keindahan, harmoni - murni dan gabungan antara itu semua. Hukum Tuhan tidak ada jika tidak berMoral - yakni Baik.

Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan, sama seperti kegelapan adalah ketiadaan cahaya.

Kabbalah adalah setaniah karena mengatakan kejahatan adalah bagian dari Tuhan: "Tuhan memiliki dua sisi; [keduanya] pada dasarnya adalah satu hal yang sama, apa yang kita alami sebagai jahat adalah Tuhan sebagaimana yang kita alami seperti baik."

Oleh karena itu ungkapan mendapatkan uang hari ini: "Semua baik."

The Kabalist exegesis continues:

"Banyak teks dalam Kabbalah, termasuk Zohar, mengatakan bahwa tugas kita tidak untuk menghancurkan kejahatan, akan tetapi untuk kembali kepada sumbernya – “memasukkan kiri ke dalam kanan - to "include the left within the right,"," dalam metafora Zoharic, " untuk mengangkat bunga api yang jatuh - "to uplift the fallen sparks" " dalam metafora Lurianic satu. Pada Chabad Hasidism, dinyatakan bahwa kejahatan itu ada sebagai bagian dari wahyu Ilahi itu sendiri. Memang untuk berpikir bahwa kejahatan benar-benar terpisah dari Tuhan, Tuhan itu sendiri, esensi dari kejahatan, yang justru merupakan ilusi pemisahan."

"Melepaskan secara terpisah realitas kejahatan, sesungguhnya menerima sitra achra [kenajisan, okultisme, jahat ] adalah sisi Ketuhanannya, mudah di atas kertas dan sangat sulit dalam kenyataan ... Selain itu, sejauh ini layak untuk melakukannya, gagasan ini memang mengubah hidup. Semuanya adalah rasa Ketuhanan ... "

Kabalis juga percaya kepada "penebusan melalui dosa", yaitu sengaja menantang Hukum Lama dengan melakukan kejahatan (perzinahan, inses, pedofilia.) Penghancuran peradaban (yaitu kekacauan) akan memprovokasi kedatangan kembali Mesias ( anti – Kristus, al-Masih ad-Dajjal-pent) yang akan membangun kembali dunia sesuai dengan spesifikasi Kabbalis, yaitu aturan Illuminati.

Dalam agama yang benar, Anda tidak taat kepada Tuhan karena melakukan kejahatan.

Kabbalah juga percaya Tuhan tidak dapat diketahui dan tidak memiliki bentuk. Sebaliknya, agama yang benar menganggap Tuhan berada di dalam hati setiap manusia. Dengan mematuhi suara ilahi-Nya, kita menemukan mendefinisikan diri sebagai manusia yang sejati, dan menemukan arah dan pemenuhan.

Konklusi

Sebut saja Illuminisme, sekularisme, Luciferianism, humanisme atau paganisme: Ini semua Kabbalah. Peradaban Barat modern tidak memiliki legitimasi moral (dan masa depan) karena didasarkan pada pemberontakan melawan Tuhan, yang merupakan jalan pengembangan spiritual kita.

Kemanusiaan telah dibajak oleh psikopat yang bermaksud menghancurkan "orde lama" (Realitas) dan membangun yang tidak masuk akal, solipsistic1] , kekerasan, merusak akhlak, danBrave New World2] menggantikannya.

Para psikopat ini mengontrol piutang pemerintah dan media massa. Dengan demikian, mereka mampu membeli para pemimpin kita dan membohongi masyarakat, namun rakyat menerimanya dengan senang hati walau arahnya menuju kepada kehancurannya sendiri.

---

  1. The Kabala is a Hoax:http://www.henrymakow.com/whats_wrong_with_the_kabbalah.html
  2. Livingstone - The NWO's Satanic Bible:http://www.henrymakow.com/david_livingstone.html
Catatan pent:
  1. sol·ip·sism: Filsafat. teori bahwa hanya ada diri, atau bisa terbukti ada.
  2. Brave New World: Sebuah dunia atau alam eksistensi berubah secara radikal, di mana kemajuan, terutama teknologi telah berhasil, baik yang positif maupun negatif.
Diterjemahkan oleh: akhirzaman.info

Sumber: http://www.henrymakow.com

READ MORE - Doktrin Kabalis Menjelaskan Kejadian-kejadian Dunia

Simbol Iblis Di Yerusalem

Gedung Mahkamah Agung Israel memiliki keunikan tersendiri. Hadirnya symbol-symbol yang "tidak biasa" dan ruangan serta arsitektur yang sarat dengan hal-hal spiritual, menjadikan gedung ini layak untuk kita perhatikan dan pelajari. Khususnya mengenai apa yang tersembunyi di baliknya dan mengetahui peran apa yang sedang dijalankan Iblis melalui keberadaannya symbol-symbolnya. Kita berbicara tentang suatu produk Iblis dari hirarkhi tertinggi di Pusat Bumi Yerusalem, jelas berbeda nilai dan bobot spiritualnya dibandingkan dengan bangunan-bangunan manapun di dunia ini. Pengetahuan ini minimal akan membuka mata kita bahwa kerajaan Iblis sedang berada dalam persiapan terakhir untuk menghadirkan Antikris sebagai penguasa tunggal dunia sebagaimana dinubuatkan dalam Kitab Suci.

FAKTA DAN PEMBERITAAN

Fakta-fakta ini akan cukup mengejutkan kita, kehadiran symbol-symbol Iblis yang secara vulgar menyatakan dominasinya atas "pemerintahan" Israel. Disini kita belajar melihat keberadaan Israel dari sisi gelapnya sebagai "tempat" dimana Antikris akan memerintah dunia sebagaimana telah dinubuatkan Kitab Suci kita. Antikris akan duduk di puncak Gunung Moriah (The Temple Mount) dan akan memerintah seluruh dunia dari Yerusalem selama masa tribulasi (khususnya di tiga setengah tahun kedua). Dan jika berbicara mengenai pusat pemerintahan maka kita perlu juga melihat kepada wujud dari organ-organ pemerintahan dunia, baik itu sarananya ataupun aparatnya. Kita percaya bahwa masa pemerintahan Antikris atas dunia sudah tidak lama lagi, salah satu yang menjadi tandanya adalah dengan munculnya obyek-obyek phisik yang dipersiapkan untuk mendukung pemerintahan dunia bersatu dibawah Antikris. Iblis dan kerajaannya telah mulai bekerja menyelesaikan target-targetnya, dan salah satu yang dapat kita saksikan adalah: Gedung Mahkamah Agung Israel, yang berada satu kompleks dengan Gedung Parlemen Israel (Knesset), Gedung Departemen Luar Negeri, gedung Bank Central, dan Holocaust Museum. Kompleks gedung-gedung pemerintahan yang megah ini terletak di bagian barat kota Yerusalem, dipersiapkan dan dibangun dengan persetujuan pemerintah Israel sejak tahun-tahun awal kemerdekaan Israel (sejak 1948 s/d 1998), dipimpin oleh seorang Yahudi terkemuka yang bekerja dibawah mandat Illuminati.

Mau dipercaya atau tidak, faktanya tidak mungkin diabaikan, bahwa kuasa kerajaan Iblis telah menancapkan kaki-kakinya di kota Yerusalem. Mulai dari penguasaan puncak Gunung Moriah, gerbang maut Golgotha, lembah neraka Hinnom, The Golden Gate, sampai ke lokasi pusat pemerintahan Israel, gedung-gedung di Kompleks Knesset. Di satu sisi ada keagungan yang mendahsyatkan dari kehadiran Elohim di Yerusalem, tetapi disisi lain ada atmosfir kegelapan yang sangat kuat beroperasi disini. Melalui keberadaan symbol-symbolnya kita belajar mengenali aktivitas dan keberadaan, dan persiapan untuk menggenapi nubuatan atas mereka. Dengan demikian kita akan semakin yakin bahwa kita hidup di ujung dari akhir zaman, fakta-fakta ini menjadi bukti yang tidak dapat diragukan lagi.

Kurangnya pemberitaan/pengajaran mengenai hal-hal seperti ini di lingkungan gereja Tuhan menjadi penyebab utama atas tidak termotivasinya umat Tuhan untuk mempersiapkan diri. Banyak hamba Tuhan menyatakan penolakannya untuk menyampaikan berita-berita seperti ini, jelas karena kurangnya pengetahuan dalam mereka. Beberapa bahkan menyatakan ketidaksediaannya untuk masuk kedalam hal-hal tersebut karena katanya: "saya hanya menyampaikan tentang Tuhan dan pekerjaan-Nya dan bukan tentang Iblis dan pekerjaannya". Prinsip bodoh seperti itu jelas sangat menguntungkan kerajaan Iblis dan merugikan Kerajaan Tuhan. Karena ketika kita berurusan dengan Tuhan kita juga berurusan dengan musuh-musuh Tuhan. Mau meninju apabila kita tidak mengetahui apa yang kita tinju? Meninju angin? Atau memang tidak perduli apa-apa kecuali "ber-ego ria" dengan gemetar-gemetaran, lihat-lihatan, dan rebah-rebahan? Itu azas-azas pertama yang harusnya telah kita tinggalkan untuk menuju "perkembangannya yang penuh" (Ibrani 6:1), masa mau jadi bayi-bayi terus!? These truths must be revealed in order for the Body to know how close we are to the Second Coming of Yeshua Hamasiah.

Fakta bahwa Iblis sedang dalam persiapan-persiapan terakhir untuk peristiwa akhir zaman dimana ia sebagai Antikris akan duduk di puncak Gunung Moriah, dan dari Yerusalem ia akan memerintah dunia. Fakta-fakta berikut ini juga akan memperlihatkan bagaimana organisasi Iblis, Illuminati dan Freemasonry, menyatakan kehadiran dan dominasinya, dengan meneliti rancangan-rancangan bangunan-bangunan tertentu yang penuh dengan nilai-nilai spiritual dan filosofi Iblis mengenai perwujudan The New World Order dan The One World Government, sebagaimana terlihat dalam bangunan gedung Mahkamah Agung (Supreme Court) Israel.

DINASTI ROTHSCHILD

Keluarga yang sama yang memiliki dan mengontrol The Federal Reserve (The Fed = Bank Central Amerika Serikat), juga beberapa financial institution dunia paling berpengaruh lainnya yang sangat berkaitan dengan The Temple Mount dan Yerusalem serta bangsa Yahudi pada umumnya. Seperti firman Tuhan katakan, seseorang yang akan muncul sebagai Antikris akan duduk di Bait Suci Yahudi dengan menyatakan diri sebagai Tuhan (2 Tesalonika 2:4) dan akan memerintah dunia dari Yerusalem (bd. Matius 24; Wahyu 13:7-8), yaitu sesaat sebelum kedatangan Yeshua Hamasiah kembali ke bumi. Bait Suci Yahudi (ketiga) akan dibangun lebih dahulu. Oleh siapa? Jelas orang Kristen tidak terlibat dengan pembangunan Bait Suci Yahudi secara langsung, kita hanya terlibat secara nubuatan, kita bekerja untuk nubuatan digenapi. Bait Suci Yahudi berfungsi sebagai tempat menyelenggarakan korban darah. Yeshua Hamasiah telah menyatakan diri sebagai Korban Paskah yang sempurna melalui darah-Nya. Dan His Son's blood was the perfect sacrifice, tidak mungkin Ia menyuruh orang Kristen untuk membuat tempat menyelenggarakan korban darah binatang lagi. There is no need to shed the blood of dumb animals any longer. Yeshua did a perfect work, and it was finished. Jadi siapa pembangun-pembangunnya? Jelas itu adalah pekerjaan Illuminati.

Sebagaimana Bait Suci Pertama oleh Salomo dimandatkan untuk dibangun oleh Hiram (Raja Tirus, yang di dalam kitab Yesaya direfleksikan sebagai gambaran Iblis), demikian halnya dengan Bait suci Kedua yang dibangun oleh Raja Herodes (Romawi). Dalam hal inilah dinasti Rothschild berperan dalam pembangunan Bait Suci Yahudi Ketiga atas mandat Illuminati. Segala aktivitas penguasaan keuangan dunia oleh dinasti ini secara pasti telah berjalan menuju satu target Iblis atas dunia: The One World Government di dalam The New World Order, sebagaimana telah mereka canangkan sejak tahun 1776 (kita akan membahasnya kemudian). Jadi dari sisi pembangunannya, ketiga Bait Suci Yahudi dibangun oleh keterlibatan "dunia" dan Iblis. Ini fakta (bukan statement anti-semit). Kita selalu belajar melihat keberadaan Yahudi dan Israel dari kedua sudut pandang obyektif ini, yaitu Israel sebagai umat Tuhan (Perjanjian Daging /Flesh Covenant), dan Israel sebagai alat Iblis (dalam status sebagai pewaris/pemegang otoritas "phisik" dunia) (bandingkan artikel: Israel sebagai Tanda Akhir Zaman). Sekali lagi Yeshua Hamasiah akan masuk ke Bait-Nya, The Holy Mountain of God, segera Ia akan membersihkannya, tetapi sebelum itu terjadi seluruh pasukan neraka akan menguasai Yerusalem dan dunia.

Apa yang sebenarnya dibangun oleh dinasti Rothschild ini di Yerusalem? Kita akan melihat kebenarannya dari fakta-fakta berikut.

THE SUPREME COURT BUILDING

Sangat penting bagi kita untuk mengetahui bahwa posisi bangunan-bangunan yang berada di dalam kompleks Knesset ini tersusun dalam garis-garis sejajar berbentuk dua persilangan salib terbalik (inverted cross). Gedung Parlemen dan Gedung Mahkamah Agung berada di garis pendek. Garis panjang yang memotong garis pendek (membentuk salib) akan berakhir di Rockefeller Museum di utara Gunung Moriah. Tarikan garis-garis ini membentuk "anak kunci". Segala sesuatu mengenai gedung Mahkamah Agung ini berkaitan dengan detail-detail perhitungan matematika yang berunsurkan angka-angka magic yang secara umum disebut "diabolical" (the cult calculation).

Diabolical ini juga berhubungan dengan hipotesa "Ley Lines", yaitu suatu perhitungan garis geografis tertentu yang ditemukan di semua monument dan megalith kuno seperti pyramid di Mesir dan di Mexico. Gerakan New Age percaya bahwa garis-garis Ley ini mengandung kekuatan energi listrik dan magnet tertentu yang bersifat mistik. Dikatakan bahwa UFO selalu berjalan di dalam Ley Lines tertentu di bumi sehingga mereka mendapatkan supply energi dan magnet yang tidak terbatas dari bumi.

Para tukang sihir, dukun-dukun, dan paranormal selalu memanfaatkan garis-garis Iblis ini. Di kota-kota besar garis-garis Ley ini ditandai dengan barisan pohon palem atau lainnya. Apapun itu, gedung Supreme Court Israel dibangun dengan metode tersebut, jelas menuju kepada suatu bentuk himpunan kekuatan spiritual kegelapan yang sangat besar. Penetapan dan perencanaan lokasi secara itu berkaitan erat dengan "sesuatu" yang tidak pernah terpikirkan oleh banyak orang, yaitu peran Yerusalem di dalam apa yang disebut "the final battle" yang dinubuatkan dalam kitab Yehezkiel pasal 38 dan 39.

Berikut ini adalah gambar dan peta Yerusalem dimana terlihat gedung Supreme Court dan gedung Knesset dihubungkan dengan satu garis lurus, dan di sudut 90 derajat dipertengahan garis tersebut memotong garis tegak lurus membentuk salib, terletak di sebuah jalan bernama Ben Yehuda, tempat dimana pertemuan kedua garis tersebut diperkirakan akan hadir Musa dan Elia. Garis tersebut memanjang membelah kota Yerusalem sampai di Rockefeller Museum, dan dari sana garis tersebut menuju The Temple Mount melalui wilayah Moslem di kota tua Yerusalem.

Miniatur kota Yerusalem dengan The Second Jewish Temple di puncak gunung Moriah. Terletak di kompleks Knesset dekat Holocaust Museum. Keberadaan Ley-Lines dapat kita lihat / perkirakan disini.

PARA PEMBANGUN

Para insinyur yang dipilih untuk pekerjaan pembangunan gedung Supreme Court ini ditentukan oleh Dorothy Rothschild, dan yang terpilih adalah cucu laki-laki dan cucu perempuan Ben-Zion Guine dari Turkey, yang bekerja untuk Baron Rothschild. Mereka adalah Ram Kurmi, lahir di Yerusalem tahun 1931 dan Ada Karmi Melanede, lahir di Tel Aviv tahun 1936. Mereka adalah orang-orang yang sangat ahli dalam ilmu matematika diabolical dan Ley Lines (catatan: para pembangun kuil-kuil berhala harus menguasai keahlian ini). Adalah sangat penting bagi para perancang bangunan ini untuk memiliki keahlian seperti itu supaya mereka mampu menyelesaikan bangunannya dalam perhitungan angka-angka religious/spiritual yang tepat di suatu wilayah geografi.

Untuk keseluruhan gedung ada 1000 lembar proyek perencanaan, 1200 tumpukan semen, waktu bekerja adalah 3 tahun (750 hari), dan hanya 20 pekerja ditetapkan untuk bekerja setiap hari selama 200.000 hari kerja, 250.000 batu bangunan yang harus diletakkan dengan tangan dalam posisi-posisi ritual yang penuh arti. Secara utuh bentuk gedung ini menggambarkan T-cross (salib Tau = symbol okultisme bagi dewa-dewa Mesir).

PYRAMID dan ALL SEEING EYE

Hal pertama yang menarik perhatian kita atas bangunan ini adalah keberadaan pyramid dengan mata Iblis di puncaknya, sama seperti yang kita lihat di bagian kiri lembaran satu dolar Amerika, suatu symbol yang penuh dengan arti bagi Illuminati dan Freemasonry (kita akan membahas ini kemudian). Lokasi yang membentuk lingkaran di bagian bawah foto bangunan tersebut dilantainya terdapat salib yang diinjak-injak oleh kaki-kaki pengunjung. Lokasi ini di-design sebagai jalan masuk ke bangunan inti. Dibagian atas foto tersebut terdapat lokasi kuburan (moslem), dan tidak jauh dari situ disebelah kanan terdapat tugu Obelisk, benda okultis yang dibawa dari Mesir. Disebelah kiri Obelisk (tidak tampak) tersebut ada wujud "the god of the Far East" (Tuhan Timur Jauh).

Di dalam gedung dan juga diluarnya terdapat beberapa altar Hindu. Semua itu membuat sensasi spiritual tersendiri (atmosfir kegelapan) dimanapun posisi kita di dalam gedung tersebut. Dapat dibayangkan bagaimana kekuatan-kekuatan anti Tuhan sedang mempersiapkan sesuatu diujung akhir zaman ini. Baik di dalam maupun diluar gedung atmosfirnya merepresentasikan kehadiran Iblis melalui symbol-symbol dan roh-roh-penguasa-nya.

Rothschild emblem merupakan symbol peringatan dan penghargaan kepada dinasti Rothschild generasi pertama, Rothschild dan lima anak laki-lakinya, sebagai pelopor berdirinya bank-bank central di hampir semua Negara Eropa. Keluarga Rothschild membuat beberapa kesepakatan dengan pemerintah Israel sebelum mereka membangun gedung-gedung di kompleks Knesset, khususnya The Supreme Court. Kesepakatan tersebut antara lain memberikan ijin kepada Rothschild untuk membangun The Supreme Court dengan arsitek sendiri, dan biaya pembangunan seluruhnya ditanggung oleh Rothschilds (tidak seorangpun tahu berapa nilainya). Satu gedung ini saja menghabiskan waktu pembangunan selama tiga tahun ditambah satu tahun untuk mengerjakan begitu banyak "rahasia" di dalamnya.

Memasuki gedung ini, setelah meliwati pemeriksaan sekuriti, hal yang pertama kita lihat adalah gambar/foto besar di dinding sebelah kiri. Di bagian kiri foto itu terlihat Teddy Kollek, kemudian Lord Rothschild, disebelah kanan berdiri Shimon Peres, di bawah kiri adalah Yitzhak Rabin. Yang lainnya adalah keluarga Rothschild yang terlibat dalam pembangunan The Supreme Court. Dari tempat inilah kita mulai memasuki gedung utama dalam cahaya penerangan yang redup, tetapi bila kita melihat keruangan diatas tangga cahayanya terang benderang. Ini merupakan penggambaran cahaya Illuminati, yang katanya membawa manusia dari kegelapan kepada terang dan akan mencapai terang benderang (Illuminati = cahaya pencerahan). Di ruangan atas tersebut terdapat jendela kaca yang sangat besar dimana kita dapat melihat sebagian kota Yerusalem.

Tangga tersebut terdiri dari 10 anak tangga pertama, 10 anak tangga kedua, dan 10 anak tangga ketiga. Total 30 anak tangga. Filosofi ritual Illuminati menggambarkan, bila kita telah melalui 30 anak tangga tersebut maka kita akan mencapat tingkat "pencerahan". 30 anak tangga adalah tingkatan-tingkatan/degrees atau jenjang Illuminati untuk sampai pada level 31,32, dan tingkat tertinggi 33. Pada tingkat ini kita akan melihat "dunia" melalui "jendela besar", melihat hal-hal yang belum pernah dilihat. Tiga level teratas ini merupakan "tingkat pembelajaran dan persiapan" freemasonry untuk mencapai kesempurnaan pencerahan Illuminati, ditandai dengan hadirnya ruangan perpustakaan yang besar yang berisi koleksi berbagai buku-buku kuno dan buku-buku baru yang berharga sangat mahal. Perlu pula dicatat bahwa level ke-33 tersebut berakhir di dasar pyramid.

Di ruangan tersebut juga terdapat "The Old Yerusalem Stone", sisa batu yang pernah menjadi tembok Bait Suci Yahudi Kedua. Di dinding yang lain (dibuat dengan arsitektur modern) terdapat enam lampu yang berdiri berjajar yang memiliki arti manusia (angka 6 = angka manusia) yang berjalan meraih pengetahuan untuk sampai kepada pencerahan illuminati. Semua yang ada di ruangan ini terlihat begitu sempurna sebagai gambaran filosofi Illuminati. Jelas bagi Rothschild adalah sangat penting membangun gedung secara sempurna sesuai dengan perintah Illuminati, bahkan sampai hitungan-hitungan rincinya.

Kalau kita berjalan belok kiri menuju ke lokasi pyramid berada maka di lantainya kita akan melihat garis-garis terbuat dari metal. Persilangan garis-garis "Ley" berada tepat dibawah pyramid, tepatnya berada di tengah-tengah pyramid, dan dari sini menuju titik-titik tertentu di lokasi kompleks tersebut dan di bagian kota Yerusalem lainnya. Disinilah 13 orang Hakim Agung Israel berdiri untuk menerima "pengetahuan dan kuasa". Berdiri dibawah kristal all seeing eye-nya Lucifer, si pembawa cahaya, the light bearer. Dari jendela besar di ruangan itu kita bisa melihat kota Yerusalem dan melihat pyramid di atas kita.

Terdapat lima ruang sidang utama, masing-masing dengan pintu masuk bergaya kuburan Yahudi dengan ciri-ciri khas-nya berupa lubang diatas pintu untuk jalan masuk keluar roh-roh. Dinding pintu membentuk kurva sementara dinding selebihnya polos. Ada dua pengertian mengenai kurva ini, yang pertama adalah "jalan lurus kepada keadilan" dan arti yang kedua adalah "garis kurva anugerah". Ada juga arti tersembunyi lain, yaitu "zaman yang bebas dari kekacauan", salah satu motto Illuminati. Ada tiga orang Hakim Agung ditempatkan untuk bertugas di setiap ruang sidang utama ini. Diatas kursi Hakim ada pyramid ukuran kecil yang berfungsi untuk memberikan "cahaya" kepada para Hakim Agung bilamana mereka duduk mengadili para terdakwa yang dibawa dari ruang-ruang sel di bagian bawah gedung. Kamar kerja para Hakim Agung ada di bagian atas ruang sidang. Mereka turun kebawah (ke ruang sidang) untuk memberi terang pencerahan kepada mereka yang dibawa dari bawah, demikian filosofinya.

Berbagai detail yang kita lihat mengenai gedung Supreme Court ini merupakan gambaran atau representasi dari "Jewish Miskan (evil) Temple", mezbah yang didirikan oleh kaum Yahudi Kabalis (Kabala), dimana keberadaan pyramid merupakan keberadaan di ruang maha kudus.

Di halaman ruang sidang ada gambar lukisan batu yang dibawa dari padang pasir dekat Mitzpe Ramon dimana ditemukan batu kawah kepundan terbesar di dunia. Ada air yang mengalir di batu itu yang di klaim sebagai inspirasi dari Mazmur 85:11-12 = "Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman. Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan menjenguk dari langit", dimana para Hakim Agung Israel duduk diatasnya.

Bila kita berjalan meninggalkan pusat ruang sidang utama langsung menyeberangi tempat terbuka kita akan menemukan tangga turun naik, dan di dasar tangga tersebut kita akan menemukan symbol rahasia yang selalu ada di setiap struktur Illuminati/Freemasonry yang sering tersembunyi tetapi selalu ada disana. Symbol ini berupa kompas dengan lingkaran dimana terdapat huruf "G" ditengahnya.

KONKLUSI

Dari semua yang telah dijabarkan diatas, sedikitnya kita sekarang telah diterangi oleh pengetahuan yang signifikan berdasarkan fakta mengenai keberadaan Gedung Mahkamah Agung Israel di Yerusalem. Itu bukan sekedar bangunan biasa, ada ratusan detail yang menunjuk langsung kepada Illuminati dengan rencana-rencana nya atas kehidupan manusia yang dinyatakan melalui symbol atau filosofinya. Kita mengerti bahwa segala bentuk persiapan yang dinyatakannya adalah suatu bentuk pekerjaan untuk mempersiapkan kemunculan seorang Antikris, yang bagi banyak orang Israel akan dianggap sebagai Mesias yang mereka nantikan, sebelum Yeshua Hamasiah datang kembali untuk menegakkan Kerajaan-Nya dan memerintah bumi. Tidak ada keragu-raguan bagi kita, The Covenant Holders yang berpengetahuan, dengan mengerti apa arti suatu nubuatan dalam penggenapannya, untuk selanjutnya ditindaklanjuti dengan tindakan-tindakan profetik sesuai dengan Visi Global Elohim. Jangan heran bahwa pengetahuan seperti ini akan diterima oleh beberapa orang tetapi mungkin akan ditolak oleh yang lain yang tidak mengerti, but that is the way it goes. Bagi The Covenant Holders pengetahuan ini akan menjadikan segala tindakan profetik kita di Pusat Bumi berjalan dengan efektif karena rahasia kerajaan kegelapan telah kita telanjangi. Misi profetik kita mendatang akan juga berurusan lokasi di kompleks Knesset ini dengan tugas "menahan" kekuatan musuh untuk tetap berada dalam batas-batas yang telah dinubuatkan dan meminimize aktivitas mereka atas Tubuh Hamasiah di 12 Wilayah Bangsa-bangsa. Pray for the "shalom" of Yerusalem, pray for this prophetic mission and your part in it. (rp)

Sumber: http://www.cherubimsonline.com/

READ MORE - Simbol Iblis Di Yerusalem

Is Lucifer the god of Judaism?

Jumat, 06 Mei 2011

BY WILL NEWMAN
(for henrymakow.com)

WILL NEWMAN, who holds a B.A. in Religion, attended Jewish synagogue, and has relatives involved in Talmudism, Cabala, B'nai Brith and Masonry.


rabbi-hareengIn 1976, Walter White, Jr., "a concerned patriot," conducted an interview with a young Jew named Harold Rosenthal who was the assistant to Sen. Javits of New York.

In the interview, later published as "The Hidden Tyranny", the arrogant Rosenthal belligerently boasts (on tape) that the Jewish people have fabricated certain "falsehoods which work to conceal their nature and protect their status and power."

Rosenthal reveals the commonly accepted lie that, "The Jews are Israelites, and thus God's chosen people". In response to this, White asks "'Do you have knowledge of WHEN and WHY the story began about the Jews being God's chosen people?'

That is when [Rosenthal] said in part: 'Most Jews do not like to admit it, but our god is Lucifer -- so I wasn't lying -- and we are his chosen people. Lucifer is very much alive.'" (www.macquirelatory.com/Wallace Interview 1967.htm)

Lucifer's goal is to "be like the most High" (Isa 14:14) and to usurp the worship of God (Mat 4:9).

Lucifer's purpose is to deceive the whole world (Rev 12:9) by transforming himself into an angel of light (2Co 11:4). This is best exemplified by the Freemasons. Their motto of "making good men better" produces a far more favorable public image than the more accurate alternative: "how to become demon-possessed in 33 easy steps." The Jewish and Masonic religions both worship the same god.

BRIGHT LIGHT

In most Jewish synagogues, a bright burning flame represents their god. The Hebrew word for Lucifer is "Hillel" (Strong's #H1966) meaning "bright light." Curiously, this is the name chosen for the Jewish student organization. The Jewish six-pointed star is the highest symbol in the occult under various names--the Star of Moloch/Saturn/Remphan. The Hebrew symbol חי worn around the necks of many Jews ostensibly symbolizes "life" (lachaim). The word literally translates to a "living thing" or "beast" (H2416); this symbol is an idol for The Beast.

This may be dismissed as a stretch, so let's examine the name of the Jews' god.

tetragrampent-nailThe Jewish name for god is represented by the tetragrammaton יהוה translated as Yahweh, or Jehovah. The significance of God's name is repeatedly emphasized throughout the scriptures.

When dissected in the Hebrew, the true definition of Jehovah (Yah-Hovah) is revealed. "Yah" (#H3050) means "god". "Hovah" (#H1942) translates to "eagerly coveting, falling, desire, ruin, calamity, iniquity, mischief, naughtiness, noisome, perverse, very wickedness." Jehovah is the god of wickedness, Satan.

However, Jews claim that this name (YHVH) is not to be spoken aloud, despite God's command to declare His name throughout the earth (Exo 9:16).

UTTERING GOD'S NAME

The Jewish religion very subtly corrupts what would be otherwise good commandments in this manner--by replacement with a false practice. By this prohibition, the Jews very subtly suggest they know god's name and that it is secret knowledge that can only had if you take up the Cabala. Masonry also uses this ploy to entice.

Christian churches teach Jewish doctrine which prevents God's name from being known and/or glorified.

The Jews have plenty of other names for Satan that they use openly. They are mostly titles that translate to Lord (which is what Baal means). All the major pagan god's names are names for Satan (see "The Two Babylons" by Hislop). Satan is the author of confusion and goes by many names. As long as you are praying to someone or something other than the true god AHAYAH, then Satan has succeeded.

The name Yahweh is reserved for Cabalistic practice. Cabalism is a mystery religion and not for the mainstream. The promise of secret knowledge is used as bait to get followers i.e. cult members who will pay money.

The mainstream Jews, like the mainstream Catholics, are left in the dark regarding the Satanism that goes on among their leaders behind closed doors. The name Yahweh is very prominent in Witchcraft and the name Jehovah is very prominent in Masonry and Catholicism, so if Yahweh or Jehovah was spoken by the Jews it would openly attach them to these other groups. This would result in some serious questions from the Jews of the congregation.

The Black Magician and Satanist invokes demons by name. In the Satanic Bible, Anton LaVey provides an extensive list of "infernal names" that, when summoned, will provide the practitioner with super human abilities namely: intelligence, power, skills in manipulation, enhanced creativity, material wealth, and the satisfaction of diverse lusts.

PRAYER

Jewish prayers are conducted in Yiddish, a composite language far from the intended pronunciation of the original Hebrew (A.C. Hitchcock, "The Synagogue of Satan," 1). The prayers in modern synagogues are nothing more than disguised demonic invocations. They are hypnotic spells, similar to the Enochian language of the Church of Satan. Jews are invoking demons named adonai, elohim, el shaddai, et al in their rituals.

Vain repetitions and head-bobbing during Jewish prayers are done to aid the entrance into a trance state. Large numbers of atheistic Jews engage in the pseudo-religious worship of status and knowledge. As Bill Cooper writes, "The WORSHIP (a lot different from STUDY) of knowledge, science, or technology is Satanism in its purest form, and its god is Lucifer" ("Behold A Pale Horse," 70). The Jewish religion is filling its members with the same Satanic powers as the Church of Satan and Freemasonry.

CABALISM

The foundation of Cabalism is identical to Satanism: the reversal of the roles of God and Satan. It is the pursuit of hidden (occult) knowledge which allows one to achieve god-like abilities by calling on the so-called names of god. These are the names of fallen angels/demons/spirit guides who are the gatekeepers to occult knowledge (Gen 6:4, Jubilees, Enoch). While not all Jews actively practice Cabala, they all accept the highest Cabalistic name as their god--Yahweh (Jehovah.)

The infamous Cabalist and Satanist Aleister Crowley writes, "There are thus seventy-two "Angels"...these [names] are derived from the "Great Name of God"...The "Name" is Tetragrammaton: I.H.V.H., commonly called Jehovah. He is the Supreme Lord of...the whole Universe ("The Book of Thoth," 43).

"Of the fifty four sacred names in the Jewish kabbalah, the primary one is YHWH" (R. Hathaway "Sacred Name of God? Or Blasphemy," remnantradio.org/Archives/articles/sacred_name.htm).

The Jewish creed, the Shema, states: "our Lord is One," so why do they invoke these other names?

DEMONOLOGY

The secret of the ancient Egyptians, and their modern disciples the Freemasons, is the art of demonology for gaining power--mainly through the devil, Jehovah. In the Royal Arch degree, the Freemason " acknowledge[s] that the devil, in the guise of Jahbuhlun, is his sacred Lord"--the name Jahbulun being a "composite of Jahweh, Baal, and Osiris." He chants "Jah-buh-lun, Jah-buh-lun, Jah-buh-lun, Je-hov-ah" (Texe Marrs, Codex Magica, Ch. 4). Albert Pike discusses the Cabalistic/Masonic significance of IAHOVAH in great length in Morals & Dogma (66, 213, 401, 467, 519)

The name YHVH was injected into the text of the Old Testament by the Pharisees and others who practiced Babylonian Satanism (the precursor to Cabalism and Talmudism). An agreement was forged between the Jewish Masoretes and the Catholic Church c. 1000 A.D. to change the name of God in the Hebrew Old Testament to the pagan name Yahweh/Jehovah via the tetragrammaton (remnantradio.org/Archives/articles/sacred_name.htm).

This explains Rosenthal's saying, "We are amazed by the Christians' stupidity in receiving our teachings and propagating them as their own."

In Henry Ford's words, "The Christian cannot read his Bible except through Jewish spectacles, and, therefore, reads it wrong." ("The International Jew," Vol. IV, 238).

GOD'S REAL NAME

The demonic disdain for humanity exhibited by the Luciferian-Jew, Harold Rosenthal, typifies the end result of a lethal amalgamation: Jewish religious ritual combined with the worship of knowledge and self. The Jews as a people, by rejecting God and/or accepting Jehovah, have been given "over to a reprobate mind...Being filled with all unrighteousness..." (Rom 1:28-31).

Of course, Mr. Rosenthal was a member of an elite, openly Satanic minority among the Jewish people. Most everyday Jews do not know that the god of their faith is in fact Satan hiding behind a mystical name. It is of no consequence to Satan whether he is worshiped deliberately or through subtle lies and deceptions (Gen 3).

The wise Solomon asks, "what is [God's] name, and what is his son's name, if thou canst tell?" (Pro 30:4). God's name is אהיה AHAYAH (I AM). This is the name given to Moses along with the Law. "And God said unto Moses, I AM THAT I AM: and he said, Thus shalt thou say unto the children of Israel, I AM hath sent me unto you...this is my memorial unto all generations."(Ex 3:14-15). "I AM the Lord thy God...thou shalt have no other gods before me" (Exo 32:4-5).

Original source: http://www.henrymakow.com/lucifers_chosen_people.html

READ MORE - Is Lucifer the god of Judaism?

Ngetest

Kamis, 05 Mei 2011

1234567
READ MORE - Ngetest

 
 
 

Labels

Labels

Labels